Senin, 14 Mei 2018

Sarana dan Prasarana Olahraga Atletik













KATA PENGANTAR

            Puji dan syukur kita panjatkan atas berkat dan rahmat yang telah di berikan kepada kita karena masi diberi keesempata sehingga kita dapat menyelesaikan tuga yang di berikan oleh para dosen yang bersangkuta dengan judul sarana dan prasarana yang ada di olahraga atletik, ini semua karena berka kerja samaa teman dan doa dari kedua orang tua.
            Kami sebagai penyusun menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, mka dari itu kami sebagai penyusun mengharapkan kepada pembaca apa bila nantinya terddapat kesalahan dalam makalah ini kami berharap agar dapat memberikan saran dan masukan yang bersifat membangun.


Makassar, 14 Mei 2018


















DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR……………………………………………………………..i
DAFTAR ISI. ……………………………………………………………………..ii
DAFTAR GAMBAR.                                                                                    iii
BAB I  PENDAHULUAN                                                                          
A.    LATAR BELAKANG                                                                      
B.     RUMUSAN MASALAH                                                                
C.     TUJUAN DAN MANFAAT                                                            
BAB II PEMBAHASAN
A.    SARANA DAN PRASARANA OLAHRAGA ATLETIK            
BAB II PENUTUP
A.    KESIMPULAN                                                                                
B.     SARAN                                                                                            
DAFTAR PUSTAKA                                                                                              

















BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Terbentuknya Negara Indonesia dilatarbelakangi oleh perjuangan seluruh bangsa, baik perjuangan dari segi politik, social budaya, maupun ekonomi. Bidang ekonomi merupakan suatu bidang kegiatan manusia dalam rangka mencukupi kebutuha disamping alat pemuas yang terbatas. Hal tersebut dalam ilmu ekonomi menyangkut berbagai bidang antara lain permintaan, penawaran, produksi, distribusi barang, dan jasa. Bangsa Indonesia telah memiliki system perekonomian sendiri yang oleh para pendiri negara telah dicanangkan, yaitu menekankan asas kebersamaan dan kekeluargaan; dalam arti penekanan pada aspek kemakmuran bersama disamping kemakmuran individu dan kelompok. System ini secara konstitusional telah dijamin dalam pasal 33 UUD 1945 yang menyebutkan bahwa system perekonimian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menyangkut hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Bumi dan kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.
Ketahanan nasional merupakan suatu kondisi dinamis kehidupan perekonomian bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan, kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan dan dinamika perekonomian, baik yang dating dari dalam maupun dari luar negara Indonesia; dan secara langsung maupun tidak langsung menjalin kelangsungan perekonomian bangsa dan negara republic Indonesia yang telah diatur berdasarkan UUD 1945.
Wujud ketahanan ekonomi tercermin dalam kondisi kehidupan bangsa yang mampu memelihara stabilitas ekonomi yang sehat dan dinamis; menciptakan kemandirian ekonomi nasional yang berdaya saing tinggi dan mewujudkan kemakmuran rakyat secara adil dan merata.







1.2  Rumusan Masalah
1.      Apakah sarana dan prasarana olahraga atletik?
2.      Mengapa saranadan prasaranaolahraga atletik itu penting?

1.3 Tujuan
1.      Untuk mengetahui apa itu sarana dan prasarana olahraga atletik
2.      Untuk mengetahui mengapa sarana dan prasarana olahraga atletik itu penting
























BAB 11
ISI
SARANA dan PRASARANA ATLETIK
2.1  Pengertian Sarana Prasarana Umum
Sarana prasarana secara umum banyak diartikan menurut beberapa sumber. Sarana adalah perlengkapan yang dapat dipindah-pindahkan untuk mendukung fungsi kegiatan dan satuan pendidikan, yang meliputi : peralatan, perabotan, media pendidikan dan buku (Internet menurut Asep). Sarana adalah segala sesuatu yang dipakai sebagai alat dalam mencapai makana dan tujuan. Prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Sarana prasarana adalah alat secara fisik untuk menyampaikan isi pembelajaran (Sagne dan Brigs dalam Latuheru, 1988:13). Dari berbagai definisi menurut para ahli dapat diartikan bahwa sarana prasarana adalah sumber daya pendukung yang terdiri dari segala bentuk jenis bangunan/tanpa bangunan beserta dengan perlengkapannya dan memenuhi persyaratan untuk pelaksanaan kegiatan.
2.2  Pengertian Sarana Prasarana Olahraga
Sarana prasarana olah raga adalah suatu bentuk permanen, baik itu ruangan di luar maupun di dalam. Contoh : cymnasium, lapangan permainan, kolam renang, dsb. (Wirjasanto 1984:154). Pengertian sarana prasarana tidak seperti yang di atas, namun ada beberapa pengertian lain menurut sumber yang berbeda pula. Sarana prasarana olah raga adalah semua sarana prasarana olah raga yang meliputi semua lapangan dan bangunan olah raga beserta perkengkapannya untuk melaksanakan program kegiatan olah raga (Seminar Prasarana OlahRaga Untuk Sekolah dan Hubungannya dengan Lingkungan (1978). Sarana olah raga adalah sumber daya pendukung yang terdiri dari segala bentuk dan jenis peralatan serta perlengkapan yang digunakan dalam kegiatan olah raga. Prasarana olahraga adalah sumber daya pendukung yang terdiri dari tempat olah raga dalam bentuk bangunan diatasnya dan batas fisik yang statusnya jelas dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk pelaksanaan program kegiatan olah raga.
 Dari beberapa pengertian di atas dapat diartikanbahwa sarana prasarana oloahraga adalah sumber daya pendukung yang terdiri dari segala bentuk jenis bangunan/tanpa bangunan yang digunakan untuk perlengkapan olah raga. Sarana prasarana olahraga yang baik dapat menunjang pertumbuhan masyarakat yang baik. Atletik yang meliputi lari, lompat dan lempar boleh dikatakan sebagai cabang olahraga yang paling tua. Lari/jalan, lempat dan lompat adalah suatu bentuk-bentuk gerak yaang sering dan paling wajar di gunakan oleh manusia dan merupakan gerakan yang paling penting dan tak ternilai bagi manusia. Dalam cabang olahraga atletik sarana dan prasarana berbeda-beda antara lari, lompat dan lempar.Kesemuanya dapat di kumpulkan dalam satu tempat yaitu stadion atletik. Stadion atletik terdiri dari beberapa bagian yaitu:
   Lapangan utama untuk perlombaan
   Lapangan untuk pemanasan
Prasarana yang harus ada yaitu :
1.      Ruangan yang terdiri dari ruangan IT, pers, Medic, Tes doping, Ruang juri dan wasit, gudang,toilet.
2.      Lintasan lari, lapangan lompat jauh & jangkit, lapangan lompat tinggi, lapangan lompat tinggi galah, lapangan lempar lembing, lapangan tolak peluru, lapangan lempar cakram, lapangan lontar martil dan lintasan lari steple chees.
Gambar 1: Lapangan Atletik









A.     Lari
1) Lintasan lari
Lintasan ini lebar keseluruhan tidak boleh kurang dari 9,76 meter dan lebar setia lintasan adalah 1,22 meter terbagi dalam 8 lintasan. Garis start dan garis finish
di tandai dengan garis putih selebar 5 cm yang tegak lurus pada garis lintasan di sisi dalam. Bila garis start tersebut berada di tikungan, harus dibuat garis start pada setiap lintasan sehingga setiap peserta lomba menempuh jarak yang sama. Lintasan lari bisa terbuat dari bermacam-macam bahan yaitu :
Lintasan yang terbuat dari grevel, tanah liat dan yang standar yaitu yang terbuat
dari karet atau sintetis.

Gambar 2 : Lintasan Lari
2) Tiang finish
Tiang finish ini terbuat dari bahan yang kuat yang di cat putih yang di tancapkan 30 cm dari lintasan tepi. Tiang ini mempunyai ketinggian 1,4 meter, lebarnya 8 cm dan tebalnya 2 cm.

Gambar 3 : Tiang Finish
. 3) Balok start
Balok start harus terbuat dari bahan yang kokoh dan kuat, serta mudah di stel atau di pasang maupun di bongkar, tetapi tidak boleh ada perlengkapan atau alat yang membantu memberi percepatan atau pengaruh lari.

Gambar 4 : Balok Start
4) Gawang
Gawang di sini di peruntukkan untuk perlombaan lari yaitu 100 meter gawang
putri, 110 meter putra dan 400 meter gawang. Terdapat sepuluh buah gawang pada setiap jalur/lintasan. Ukuran dan jarak antar gawang di sajikan dengan tabel berikut :
Even gawang Tinggi gawang Jarak garis start ke gawang 1 Jarak antar gawang Jarak gawang ke akhir garis finish
Putra 110 meter 1,067 m 13,72 m 9,14 m 14,02 m
400 meter 0,914 m 45 m 35 m 40 m
Putri 100 meter 0,838 m 13 m 8,50 m 10,50 m
400 meter 0,762 m 45 m 35 m 40 m

Gambar 5 : Gawang untuk lari gawang
5) Tongkat lari sambung
Tongkat ini di buat dari kayu atau logam yang berbentuk silinder dan
panjnagnya tidak lebih dari 30 cm atau tidak kurang dari 28 cm. Keliling silinder harus 12 – 13 cm dan berat pipa tidak boleh dari 50 gram.

Gambar 6 : Tongkat Lari Sambung/Estafet
6) Halang Rintang /steeple chase
Halang rintang itu tingginya 0,914 m dan lebarnya 3.96 m. Tebal dari kayu yaitu 12,7 cm2. Berat dari halang rintang itu antara 80 kg – 100 kg. Setiap halang
rintang mempunyai dasar kaki antara 1.20 m dan 1,40 m.

Gambar 7: Kolam Steple chase dan Gawang Steple chase
Kemudian ada rintangan berupa bak air dan gawangnya. Bak ini mempunyai
ukuran panjang 3,66 m, lebar 3,66 m.
7) Kotak nomor lintasan

8) Starter’s high stand







9) Pistol start

10) Penghitung keliling untuk perlombaan lari yang lebih dari 1 putaran.

11) Bendera untuk juri lintasan







12) Stopwatch

13) Bangku timer

14) Keranjang pakaian







15) Alat angkut start block

16) Pengukur kecepatan angin

17) Foto finish

B. Lompat tinggi dan lompat tinggi galah
Alat-alat dan perlengkapan dalam lompat tinggi yaitu :
1) Mistar lompat
Mistar lompat dapat terbuat dari metal atau kayu, yang berbentuk silinder atau
segitiga dengan diameter minimum 25 mm dan maksimum 35 mm, sedangkan panjang mistar minimal 3,64 m , maksimal 4 meter serta mempunyai berat maksimal 2,2 kg. Sedangkan untuk lompat tinggi galah, panjang bilah sekitar 3,86 meter sampai dengan 4,52 m dan beratnya maksimum 2,26 kg.



2) Lintasan awalan dan tempat bertolak.
Panjang lintasan awalan tidak terbatas dan mempunyai panjang minimal 15 meter.
3) Tiang lompat
Semua tiang dapat dipakai untuk lompat tinggi asalkan terbuat dari bahan yang kuat, kokoh dan cukup tinggi.

4) Tempat pendaratan atau busa lompat
Busa lompat ini berukuran 4 x 5 meter dan di tutup oleh alas matras atau karet busa.

   
5) Skoring board
Berguna untuk menunjukkan nomor atlit dan hasil dari lompatannya.
6) Pengukur kecepatan angin
7) Bendera berwarna kuning, merah dan putih.
8) Rool meter yang terbuat dari baja.
Roll meter ini di gunakan untuk mengatur ketinggian mistar lompat.
9) Penunjuk waktu
Penunjuk waktu ini di gunakan ketika atlit mulai di panggil dan memberi kesempatan bagi si atlit untuk memulai lompatan.
10) Kotak untuk menanamkan galah
Pada lompat tinggi galah harus ada kotak yang di gunakan untuk menanamkan galah. Ukuran kotak tersebut adalah :
a.       Panjang = 100 cm
b.      Lebar bagian muka = 60 cm
c.       Lebar bagian belakang = 15 cm
d.      Kedalaman bagian belakang = 20 cm
e.       Dasarnya terbuat dari besi atau logam dengan lebar 2,5 mm.

11) Galah
Galah ini di gunakan hanya untuk lompat tinggi galah. Galah terbuat dari bahan apapun. Tapi yang lebih umum galah ini terbuat dari fiberglass.
C. Lompat jauh dan lompat jangkit
1) Lintasan lari
Lintasan ini di buat untuk awalan para atlit lompat jauh maupun lompat jangkit yang penjangnya minimal 40 meter dan lebarnya 1,22 meter.
2) Bak lompatan
Bak lompatan atau pendaratan mempunyai lebar 2,75 meter dan panjangnya bila memungkinkan 10 meter.
3) Balok tumpuan
Balok tumpuan untuk lompat jauh dan lompat jangkit ini terbuat dari kayu yang kuat yang berbentuk segi empat dengan ukuran sebagai berikut :
a.       Panjang = 1,21 – 1,22 meter
b.      Lebar = 20 cm
c.       Tebal balok tumpuan = 10 cm
d.      Balok tumpuan ini harus di cat putih.
Pada lompat jangkit balok tumpuan ini di letakkan dengan jarak 11 meter , 13 meter dan 15 meter dari bak pendaratan.
 

4) Papan plastisin
Papan ini berguna untuk mengetahui sah tidaknya lompatan. Papan ini terbuat
dari kayu yang mempunyai ukuran panjang 1,21 – 1,22 meter, lebar 10 cm dan
tebalnya 0,7 cm.





5) Pengukur kecepatan angin
           
6) Bendera merah,kuning dan putih
7) Penunjuk waktu
Penunjuk waktu ini di gunakan ketika atlit mulai di panggil dan memberi
kesempatan bagi si atlit untuk memulai lompatan.
8) Rool meter dari baja
Di gunakan untuk mengukur jarak lompatan. Bisa juga menggunakan alat
yang di sebut TEO DOLIT.

9) Scoring board
Untuk menunjukkan nomor atlit dan hasil lompatan.
10) Perata pasir dan cangkul




11) Cones
12) Tanda-tanda
Tanda-tanda ini di gunakan untuk para atlit untuk menandai chek mark awalan mereka.
13) Sapu
D. Lempar lembing
Lapangan lempar lembing terdiri dari :
1) Lintasan untuk awalan
Jalur lintasan awalan minimal 30 meter sampai 36,5 meter.

2) Lembing
Ada tiga bagian lembing yaitu mata lembing yang terbuat dari metal, badan lembing yang terbuat dari metal dan tali pegangan lembing yang terletak melilit di titik pusat gravitasi dari lembing. Adapun ukuran lembing yang standar yaitu sebagai berikut :

BERAT PUTRA PUTRI
-          Berat
-          Jangkauan berat
-          Panjang seluruhnys 800 gr
805 gr

2.70 m 600 gr
605 gr

2.30 m
-          Panjang mata lembing
-          Jarak dari ujung mata lembing
-          Diameter badan lembing yang tebal
-          Lebar tali pegangan 350 mm
1.06 m


30 mm



160 mm 330 mm
0.95 m


25 mm



150 mm

3) Pengukur angin
4) Scoring board
Untuk menunjukkan nomor atlit dan hasil lompatan.
5) Roll meter dari baja
Di gunakan untuk mengukur jarak lemparan.
6) Tanda-tanda
Untuk memberi tanda bagi atlit tempat mereka memulai awalan untuk
melempar.
7) Penunjuk waktu
8) Bendera merah,kuning dan putih
9) Lembar meletakkan lembing
E. Lempar cakram
1) Cakram
Cakram terbuat dari kayu berbentuk lingkaran dan berbingkai logam. Spesifikasi Ukuran cakram yang standar adalah sebagai berikut :



Cakram Putra Putri

- berat min
- variasi berat cakram
- garis tengah pinggir
   metal
- garis tengah piringan
   Metal 2,000 kg
2,005 kg
221 mm

57 mm
1,000 kg
1,005 kg
182 mm

57 mm

- tebal bagian tengah
- tebal bagian pinggir
46 mm

12 mm
39 mm
12 mm



2) Lapangan lempar cakram
Lapangan lempar cakram berbentuk lingkaran dengan diameter 2,50 meter. Untuk ukuran standar internasional, lapangannya berukuran seperti gambar berikut.

Lingkaran mempunyai alas yang terbuat dari semen dan rata.
3) Sangkar cakram
tujuan untuk pengaman bila terjadi kesalahan dalam melempar. Bentuk sangkar cakram seperti berikut :

4) Scoring board
Berguna untuk menunjukkan nomor atlet dan hasil lemparan.
5) Bendera merah, kuning dan putih
6) Roll meter
Roll meter ini harus terbuat dari baja yang berguna untuk mengukur jarak lemparan.
7) Tanda-tanda jarak
Tanda – tanda ini di letakkan pada garis perpanjangan sektor lapangan yang di beri angka jarak lemparan.
8) Penunjuk waktu
9) Sapu untuk membersihkan sektor lingkaran
10) Tempat cakram
F. Tolak peluru
1) Peluru
Peluru ini berbentuk bulat yang di buat dari logam, kuningan atau besi. Spesifikasi peluru adalah sebagai berikut :
Peluru Putra Putri

-  Berat minimal,
-  Variasi berat
-  Garis tengah
    minimum
-  Garis tengah maks 7,206 kg
7,265 kg
110 mm

130 mm
4,000 kg
4,005 kg
95 mm

110 mm


2) Lapangan tolak peluru
Lapangan tolak peluru berbentuk lingkaran yang mempunyai garis sektor dengan ukuran seperti gambar berikut :
             
Lingkaran terbuat dari semen atau baja yang rata dan tidak licin.
3) Balok penahan tolakkan
Balok ini terbuat dari kayu atau bahan lain yang cocok dalam bentuk suatu lengkungan sehingga sisi bagian dalam bertemu tepat dengan sisi bagian dalam lingkaran tolak dan kuat serta kokoh. Ukuran dan bentuk dari balok penahan tolakan adalah sebagai berikut :
4) Pembersih peluru
5) Tempat peluru dan relnya
6) Scoring board
7) Roll meter baja
8) Tanda-tanda yang di letakkan pada garis perpanjangan sektor
9) Bendera merah, putih dan kuning
2.3       Perlengakapan untuk peserta atau atlet adalah sebagai berikut :
a. Pakaian
b. Nomor atlet
c. Sepatu spikes (sepatu berpaku)








BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dalam rangka untuk memberikan masukan dalam pelaksanan suatu permainan untuk pembelajaran tolak peluru,  maka beberapa hal yang perlu diperhatikan di tinjau dari beberapa aspek sebagai berikut:
1. Guru sebagai fasilitator dalam permainan hendaknya melengkapi dan memperbanyak fasilitas yang sudah ada agar pemanfaatan suatu permainan dapat berjalan dengan maksimal.
2. Keterlibatan atau partisipasi  siswa dalam suatu permainan sangat penting sekali, karena merekalah yang menjadi pelaku dalam permainan-permainan tersebut.



















DAFTAR PUSTAKA :


Abdullah, Arma. 1981. Olahraga untuk Perguruan Tinggi. Sanstra Hudaya, Yogyakarta
Muhajir,2003. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan untuk SMA kelas X. Erlangga.
Jakarta
------------------- Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan untuk SMA kelas XI. Erlangga.
Jakarta
------------------- Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan untuk SMA kelas XII.
Erlangga. Jakarta
PB. PASI. 1994. Peraturan Perlombaan Atletik. IAAF RDC


Tidak ada komentar:

Posting Komentar